Sosialisasi Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM)

Bengkulu , Bappeda Prov. Bengkulu pada pada hari Senin, 20 Oktober 2014 bertempat di hotel Raffles city mengadakan Sosialisasi Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM) , acara ini dibuka oleh Sekretaris Bappeda Prov. Bengkulu dengan nara sumber dari Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri  bpk. Jodi Frency, ST, MT. Adapun tujuan Program tersebut adalah “ memperbaiki lahan berpotensi kritis menjadi lahan produktif yang menghasilkan nilai ekonomis dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin dengan melibatkan kerjasama dengan multipihak (pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, dan LSM) ”. Program PLKSDA-BM telah dilaksanakan sejak tahun 2012 dan untuk kab/kota di Prov. Bengkulu dimulai tahun 2016 selama lima tahu kedepan

Sumber pembiayaan  program PLKSDA-BM  berasal dari dana dekon dan tugas pembantuan ditunjang oleh APBD dan Swadaya masyarakat. Untuk mendapatkan bantuan Program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM), kab/kota terlebih dahulu mengajukan usulan proposal ke Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri selambat-lambatnya Bulan Desember 2014  dengan  persyaratan sebagai berikut :

  • Lokasi lahan dekat dengan pemukiman Lahan masuk dlm kodisi potensial kritis
  • Lahan Datar, bergelombang dan kemiringan tdk lebih dr + 15%
  • Luas satu hamparan min 3 ha, dengan maksimal luas Kab/kota 160 ha
  • Tingkat penutupan lahan oleh vegetasi rata-rata dalam satu hamparan maksimal 10%
  • Status pemilikan lahan merupakan lahan adat maupun lahan milik pemerintah kabupaten/ kota, kecamatan maupun desa dan tidak dalam sengketa
  • Lahan tidak mengalami alih fungsi selama 20 tahun, diperkuat dengan surat pernyataan tertulis dari kepala daerah untuk lahan pemerintah dan surat pernyataan tertulis dari pemangku adat untuk lahan adat.

Terlaksananya Program PLKSDA-BM diharapkan output yang didapat yaitu, lahan yang awalnya kurang produktif berubah menjadi Produktif, Diperoleh area resapan air pada lokasi pilot project, Pendapatan masyarakat/kelompok tani peserta program meningkat, Terbentuknya Kelembagaan Kelompok Tani Pengelola Lahan Kritis, Diperolehnya perjanjian kerjasama pengelolaan lahan antara pemerintah dan petani. Dengan pembagian hasil  70% masyarakat, 30% pemilik lahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *